BOGOR — Potensi ekonomi masyarakat Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus didorong untuk berkembang melalui penguatan promosi, inovasi, dan perluasan pasar. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan BAHARO (Bazar Desa Hambaro) 2026 yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim PPK Ormawa HIMAPROTER tersebut mengusung tema “Penguatan potensi lokal dan ekonomi masyarakat Desa Hambaro melalui promosi serta uji pasar produk unggulan desa.”
BAHARO 2026 hadir sebagai ruang promosi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menguji secara langsung respons pasar terhadap berbagai produk lokal yang dikembangkan di Desa Hambaro.
Desa Hambaro memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya pada sektor peternakan domba serta berbagai usaha masyarakat. Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pengembangan produk, penguatan branding, pemasaran, hingga perluasan jangkauan konsumen.
Melalui BAHARO, produk hasil pemberdayaan masyarakat diperkenalkan kepada masyarakat bersama berbagai produk UMKM lokal. Tidak sekadar menjadi tempat transaksi, kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai minat dan respons pengunjung terhadap produk yang ditawarkan.
Salah satu produk hasil pemberdayaan masyarakat yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Penyubur Tanaman Organik HAMWARA serta KREAWOL, yang dipasarkan bersama beragam produk UMKM Desa Hambaro.
Konsep uji pasar menjadi salah satu aspek yang membedakan BAHARO dari kegiatan bazar pada umumnya. Interaksi langsung antara produsen dan konsumen diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat untuk mengetahui kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan produk agar semakin kompetitif.
Selain aktivitas promosi dan pemasaran, BAHARO 2026 juga menghadirkan Panggung Apresiasi yang menampilkan seni dan unjuk bakat masyarakat Desa Hambaro. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penayangan after movie Program PPK Ormawa HIMAPROTER, prosesi penutupan secara simbolis oleh pemerintah desa, serta pengundian doorprize bagi masyarakat.
Ketua Pelaksana BAHARO 2026, Kadek Kerti Cahaya, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Desa Hambaro.
“BAHARO kami hadirkan sebagai ruang bagi masyarakat Desa Hambaro untuk memperkenalkan produk yang telah dikembangkan sekaligus melihat secara langsung bagaimana respons masyarakat terhadap produk tersebut,” ujar Kadek.
Menurutnya, keberadaan BAHARO tidak diharapkan berhenti sebagai kegiatan bazar semata. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan bazar saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal Desa Hambaro,” lanjutnya.
Kadek juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi desa.
“Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan,” katanya.
Melalui BAHARO 2026, potensi lokal Desa Hambaro tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam membaca kebutuhan konsumen dan merespons dinamika pasar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun citra Desa Hambaro sebagai desa yang produktif, inovatif, dan mandiri, dengan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan potensi ekonomi lokal.
















