Menu

Lokal

Tak Terhalang Disabilitas, Zaman Antusias Jadi Barista di Mataram

badge-check

Tak Terhalang Disabilitas, Zaman Antusias Jadi Barista di Mataram Perbesar

Pelatihan Barista di Mataram Berikan Keterampilan untuk Masa Depan

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan barista yang berlangsung selama 10 hari di LPK Tamata Persada, Kota Mataram. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja tersebut. Acara ditutup pada Rabu (19/8/2026) dan bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam bidang kopi, baik untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja sebagai barista profesional.

Pimpinan LPK Tamata Persada, Hidayati Rachman, menjelaskan bahwa pelatihan barista dipilih karena potensi pengembangan usaha kopi di Lombok yang terus berkembang. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda agar bisa membangun usaha sendiri atau menjadi barista di cafe atau bar.

“Kenapa memilih Barista ini karena usaha kopi di Lombok ini sedang berkembang, dan kami ingin memberikan semacam pengetahuan bagi anak-anak muda untuk membuat usaha di rumah atau bisa menjadi barista profesional di cafe atau bar,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan alat untuk mendukung usaha kopi dari rumah. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha baru. Program pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta membantu mengurangi angka pengangguran.

Peserta Penyandang Disabilitas Ikut Mengikuti Pelatihan

Salah satu peserta yang menarik perhatian dalam pelatihan ini adalah Zaman, seorang penyandang disabilitas tuna wicara berusia 18 tahun. Ia sangat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang diberikan oleh instruktur. Bahkan, ia turut mempraktikkan langsung proses pembuatan kopi.

Dalam salah satu sesi, Zaman mencoba membuat kopi Americano menggunakan 20 gram kopi. Dengan bantuan bahasa isyarat, ia mengikuti tahapan pembuatan kopi hingga menghasilkan secangkir Americano. Zaman mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin meningkatkan kemampuannya dalam membuat kopi.

“Saya suka membuat kopi bapak saya, jadi saya mau belajar untuk membuat kopi yang lebih enak lagi,” ungkapnya melalui bahasa isyarat.

Ia juga menyebut pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya, dan sangat menyenangkan.”

Instruktur Kopi Tamata, Syaikhul Abrori, mengatakan kehadiran peserta penyandang disabilitas menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri dalam proses pelatihan. Awalnya, ia kesulitan berkomunikasi karena belum menguasai bahasa isyarat. Ia kemudian belajar menggunakan bahasa isyarat sederhana agar materi dapat tersampaikan dengan baik.

“Untuk teman peserta yang disabilitas, awalnya agak kesulitan menyampaikan materi karena belum bisa bahasa isyarat, jadi terpaksa harus belajar bahasa isyarat,” ujarnya.

Setelah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat sederhana, Syaikhul justru menikmati proses mengajar Zaman dan peserta lainnya. “Seru, yang kawan difabel ini sangat aktif antusias mengikuti kelas,” katanya.

Pemahaman Menyeluruh tentang Kopi

Selain mengajarkan teknik membuat kopi, Syaikhul juga memberikan pemahaman mengenai kopi secara menyeluruh. Peserta dikenalkan dengan proses kopi sejak ditanam oleh petani hingga diolah menjadi minuman yang siap disajikan.

“Jadi kita belajar tentang kopi itu mulai dari tanam hingga dinikmati, biar mereka bisa bercerita tentang kopi yang mereka buat,” katanya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

29 Agu 2026 - 11:45 WIB

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

25 Agu 2026 - 23:21 WIB

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

25 Agu 2026 - 12:56 WIB

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

24 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan

24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Trending di Lokal