Aksi Pengamen Arogan di Palembang Viral di Media Sosial
Sebuah kejadian aksi pengamen yang dinilai tidak sopan dan merusak fasilitas rumah makan di Jalan TP. Rustam Effendi, Palembang, kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kejadian ini terjadi setelah pemilik rumah makan melaporkan tindakan pengamen yang memaksa dan mengganggu pengunjung.
Rekaman CCTV yang menampilkan peristiwa tersebut diunggah oleh akun Instagram @palembang.update pada Selasa (18/8/2026). Dalam video tersebut, terlihat empat ibu-ibu sedang duduk di meja rumah makan. Tiba-tiba, tiga pria datang dan mulai mengamen. Dua orang berdiri di depan, sementara satu orang lainnya mendekat ke arah para ibu yang sedang makan.
Setelah beberapa menit bernyanyi, pengamen itu menyodorkan kantong plastik sebagai tanda permintaan uang. Namun, permintaan tersebut tidak dihiraukan. Pengamen tetap tidak pergi dan terus bernyanyi sambil menyodorkan kantong plastik yang dibawanya.
Beberapa detik kemudian, pengamen yang sedang bernyanyi tiba-tiba memukul kaleng yang ada di atas meja karena kesal tidak diberi uang. Tindakan ini menimbulkan reaksi terkejut dari orang-orang di sekitarnya. Setelah itu, pengamen tersebut pergi meninggalkan rumah makan.
Pemilik akun Instagram @palembang.update mempublikasikan rekaman video tersebut setelah menerima laporan langsung melalui pesan pribadi dari pemilik rumah makan yang merasa sangat dirugikan. Dalam laporan singkatnya, pemilik tempat makan meminta bantuan untuk memviralkan video tersebut karena kejadian seperti ini sering terjadi dan mengganggu ketenangan pengunjung.
Lebih lanjut, pemilik tempat makan menjelaskan bahwa lokasi insiden tersebut berada di Jalan TP. Rustam Effendi, dekat Megaria Pasar Burung. Ia juga menyebutkan bahwa aksi pengamen dengan modus memaksa seperti ini sempat meredup, namun kini kembali marak dan mengganggu ketertiban umum.
“Pernah sering tipe ngamen seperti ini, tapi sekarang sudah jarang. Eh, ini muncul lagi,” tambahnya dalam keterangan.
Tidak butuh waktu lama, unggahan rekaman CCTV yang memperlihatkan ulah arogan sang pengamen langsung memancing gelombang kritik tajam dan respons negatif dari para warganet di kolom komentar.
Tanggapan Warganet
Banyak warganet yang meluapkan kekesalannya atas tindakan oknum pengamen yang dinilai tidak profesional dan bertindak memaksa kepada pembeli. Salah satu warganet menulis: “Emang jengkel sekali dengan pengamen seperti ini, suara enggak bagus, tapi memaksa mau minta.”
Kekesalan serupa disuarakan oleh warganet lain yang menilai aksi nekat perusakan fasilitas tersebut sudah melenceng jauh dari aktivitas mengamen pada umumnya. Mereka menyebut tindakan pengamen ini lebih mirip preman daripada seniman musik.
Beberapa warganet juga menyoroti maraknya fenomena pengamen yang bertindak layaknya pemalak jalanan dengan memanfaatkan modus bernyanyi demi mendapatkan uang. Mereka mengeluh bahwa pengamen di Palembang kini sangat meresahkan, dengan cara yang sama seperti pemerasan uang recehan.
“Orang mau makan itu mau tenang, bukan mau mendengarkan suara kalian, enggak bagus juga nyanyinya,” tulis salah satu pengguna Instagram.

















