Menu

Lokal

Gandeng Mantan Kepala Perpusnas, Natuna Bangun Generasi Gemar Membaca Lewat Perpustakaan

badge-check

Gandeng Mantan Kepala Perpusnas, Natuna Bangun Generasi Gemar Membaca Lewat Perpustakaan Perbesar

Perpustakaakan sebagai Ruang Pembelajaran yang Tak Pernah Berhenti

Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperluas pengetahuan. Hal ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang terus berupaya memperkuat budaya literasi hingga ke pelosok daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan se-Kabupaten Natuna Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Kantor Perpustakaan Kabupaten Natuna pada Selasa (18/8/2026) dan berlangsung selama dua hari. Setelahnya, dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi pada 20 hingga 22 Agustus 2026.

Sebanyak 173 peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini, termasuk kepala desa, pengelola perpustakaan, pustakawan, guru hingga pegiat literasi. Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Syarif Bando, mantan Kepala Perpustakaan Nasional RI periode 2016-2023. Ia menilai bahwa perpustakaan memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Syarif Bando, proses belajar seseorang tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal. Perpustakaan justru dapat menjadi ruang untuk melanjutkan proses belajar secara mandiri. “Perpustakaan itu universal, di mana orang-orang bisa mendapatkan ilmu ketika mereka sudah selesai masa pembelajaran,” ujarnya dalam sambutan.

Ia bahkan menyebut perpustakaan sebagai bangku terakhir bagi masyarakat yang sudah tidak lagi menempuh pendidikan formal. “Bangku terakhir bagi yang tidak lagi menempuh pendidikan formal adalah perpustakaan,” katanya.

Selain itu, Syarif Bando menekankan pentingnya budaya membaca bagi keberlangsungan pembangunan daerah. “Sebuah kabupaten yang berhenti membaca, mari menunggu masa berakhir. Untuk itu kehadiran perpustakaan sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadirannya di Natuna merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Kehadiran saya di Natuna ini sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI. Kita punya komitmen untuk terus mencerdaskan anak bangsa,” tambahnya.

Peran Perpustakaan dalam Membangun Budaya Literasi

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama Wakil Bupati, anggota DPRD serta sejumlah pimpinan OPD turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut. Ia menegaskan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan maupun meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.

Menurut Cen Sui Lan, kondisi geografis Natuna yang terdiri dari wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas akses literasi. Karena itu, keberadaan perpustakaan harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. “Oleh karena itu perpustakaan kita harus menyebar ke seluruh pelosok daerah supaya anak-anak kita di sana juga mendapatkan stimulan untuk membaca. Dan ini tugas berat bagi kita karena kita memiliki tantangan geografis yang berat, tapi itu harus kita upayakan,” tegasnya.

Ia menilai budaya membaca harus mulai dibangun dari lingkungan terdekat, baik keluarga, sekolah maupun komunitas. Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi generasi muda Natuna. “Jadi hari ini, seluruh peserta yang hadir, mari kita mulai tanamkan kepada anak-anak kita untuk rajin membaca karena membaca adalah jembatan ilmu,” ujarnya.

Penguatan Kualitas Pengelolaan Perpustakaan

Sementara itu, Kepala Disperpusip Natuna Erson Gempa Apriandi mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kualitas pengelolaan perpustakaan di berbagai wilayah. Bukan hanya perpustakaan kabupaten, penguatan juga diarahkan ke perpustakaan tingkat desa, sekolah dan kecamatan.

“Maksud dan tujuannya untuk menghadirkan perpustakaan secara maksimal sesuai kondisi daerah. Melalui kegiatan kita pada hari ini, agar semakin dekat dengan masyarakat bagi yang tidak bisa datang kemari, tetapi kualitasnya terus meningkat baik tingkat desa, sekolah maupun kecamatan,” jelas Erson.

Ia mengatakan peserta juga mendapatkan pembekalan terkait akreditasi perpustakaan serta peningkatan kemampuan dalam mengelola layanan dan membimbing masyarakat maupun peserta didik. “Diharapkan para peserta nantinya mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola, menyampaikan dan membimbing masyarakat dan peserta didik di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, kualitas perpustakaan sekaligus budaya literasi masyarakat diharapkan dapat terus berkembang, meski daerah ini memiliki tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

29 Agu 2026 - 11:45 WIB

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

25 Agu 2026 - 23:21 WIB

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

25 Agu 2026 - 12:56 WIB

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

24 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan

24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Trending di Lokal