Mahulu –
Surutnya debit Sungai Mahakam mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya wilayah hulu dan kawasan perbatasan. Di beberapa titik, kedalaman sungai dilaporkan kurang dari 1,5 meter. Kondisi ini mengganggu mobilitas dan pasokan logistik yang biasanya melalui jalur sungai.
Pemerintah Kabupaten Mahulu telah menetapkan status siaga darurat sejak Rabu (19/8). Langkah ini diambil untuk memperluas intervensi pemerintah dalam menghadapi kondisi sungai yang semakin dangkal. Penetapan status tersebut juga dimaksudkan untuk memfasilitasi penggunaan anggaran belanja tidak terduga (BTT) guna melakukan tindakan darurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan menyatakan bahwa pihaknya belum melakukan pengukuran langsung terhadap kedalaman Sungai Mahakam. Namun, laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa permukaan air terus menyusut di sejumlah titik.
“Kita belum pernah ukur, tapi laporan informasi di masyarakat di beberapa titik sudah kurang dari 1,5 meter,” ujarnya pada Selasa (18/8).
Penurunan debit sungai mulai berdampak terhadap mobilitas dan distribusi logistik melalui jalur sungai. Kondisi ini sangat dikhawatirkan karena dapat mengganggu pasokan kebutuhan pokok ke wilayah hulu dan dua kecamatan yang berada di kawasan perbatasan.
Dengan penetapan status siaga darurat, pemerintah daerah dapat membuka kran anggaran BTT untuk melakukan intervensi, khususnya untuk dua kecamatan perbatasan. Status ini juga diharapkan memberikan ruang bagi dukungan dari pemerintah maupun instansi lain dalam menangani situasi di Mahulu.
“Untuk daerah dan instansi lain dapat seluas-luasnya membantu Kabupaten Mahakam Ulu dalam menghadapi situasi ini,” kata Agus.
Stok Sembako Mulai Menipis
Dampak surutnya Sungai Mahakam mulai terasa pada ketersediaan kebutuhan pokok. Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Ekonomi, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam (Ekobang SDA) Sekretariat Kabupaten Mahulu Indira Anggun mengatakan bahwa stok sembako mulai menurun. Meski demikian, persediaan yang ada masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sementara stok mulai menipis, Pak, namun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Indira.
Ia menambahkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada pada level yang relatif tinggi dan belum menunjukkan perubahan berarti.
“Harga masih stabil di level yang cukup tinggi dan belum ada perubahan,” katanya.
Pemerintah daerah kini harus menjaga dua hal sekaligus, yakni ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi. Ketergantungan terhadap jalur Sungai Mahakam membuat kondisi debit air menjadi faktor penting bagi pergerakan barang menuju wilayah hulu dan perbatasan Mahulu.
Penetapan status siaga darurat diharapkan memperkuat langkah pemerintah dalam menjaga distribusi logistik sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi Sungai Mahakam belum kembali normal.

















