Menu

Lokal

Vaksinasi Rabies Sasar 50 Ribu Ekor di Denpasar, 7 Anjing Positif Rabies

badge-check

Vaksinasi Rabies Sasar 50 Ribu Ekor di Denpasar, 7 Anjing Positif Rabies Perbesar

Kebijakan Vaksinasi Rabies di Denpasar Terus Dipercepat

Pelaksanaan vaksinasi rabies di Kota Denpasar, Bali terus dipercepat untuk mencapai target yang ditetapkan. Hingga 18 Agustus 2026, jumlah anjing yang telah divaksin sebanyak 50.934 ekor atau setara dengan 60,37 persen dari populasi anjing di kota tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, menyampaikan informasi ini pada Rabu 19 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa estimasi populasi anjing di Denpasar mencapai 84.369 ekor. Target cakupan vaksinasi yang ditetapkan adalah sebesar 92,7 persen dari jumlah tersebut.

Upaya vaksinasi terus dipercepat, terutama untuk menjangkau anjing yang belum mendapatkan vaksin. Sejak Januari hingga Agustus 2026, ditemukan sebanyak 7 ekor anjing yang positif rabies.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mempertahankan pengendalian rabies sekaligus menekan risiko penularan penyakit tersebut kepada manusia.

Kendala dalam Pengendalian Rabies

Selain anjing peliharaan, keberadaan anjing liar masih menjadi salah satu kendala dalam pengendalian rabies. Anjing liar dinilai sulit dijangkau petugas karena mobilitasnya yang tinggi. Hal ini berpotensi memperluas risiko penyebaran virus apabila terdapat anjing yang terinfeksi rabies.

Untuk mengejar cakupan vaksinasi, Distan Denpasar mengintensifkan pelayanan secara door to door. Edukasi kepada masyarakat juga diperkuat agar pemilik hewan lebih bertanggung jawab, termasuk memastikan anjing peliharaan mendapatkan vaksinasi secara rutin.

Gung Bayu mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kasus gigitan hewan penular rabies (HPR). Pelaporan secara cepat diperlukan agar penanganan terhadap korban maupun hewan yang menggigit dapat segera dilakukan.

Imbauan kepada Masyarakat

“Kami juga mengimbau warga tidak memberikan makanan kepada anjing di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti pasar, warung maupun ruang publik lainnya,” paparnya. Menurut dia, kebiasaan tersebut berpotensi membuat anjing berkumpul di satu lokasi sehingga meningkatkan interaksi antara hewan dan masyarakat. Kondisi itu pada akhirnya dapat meningkatkan potensi terjadinya gigitan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian Distan adalah kebiasaan sebagian warga membuang anak anjing ke pantai maupun lokasi sepi. Praktik tersebut justru berpotensi menambah populasi anjing liar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuang anak anjing karena dapat menambah populasi anjing liar dan menyulitkan pengendalian rabies,” tegasnya.

Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, Distan Denpasar terus melakukan sosialisasi dan edukasi. Beberapa program edukasi disiapkan untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya vaksinasi dan cara merawat hewan peliharaan secara benar.

Beberapa hal yang sering dibahas dalam edukasi antara lain:

  • Pentingnya vaksinasi rutin untuk anjing peliharaan
  • Cara mengenali gejala rabies pada hewan
  • Langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi gigitan hewan
  • Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari memberi makan anjing liar

Selain itu, Distan juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan kelompok petani, untuk memperluas jangkauan edukasi dan vaksinasi.

Tantangan dan Solusi

Meski upaya vaksinasi terus dipercepat, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya tinggi. Banyak pemilik anjing yang kurang memahami pentingnya vaksinasi, bahkan beberapa tidak tahu bahwa vaksinasi bisa mencegah penyakit rabies.

Untuk mengatasi ini, Distan Denpasar terus melakukan inovasi dalam penyampaian informasi. Contohnya adalah dengan menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk menyebarkan pesan edukasi tentang rabies dan vaksinasi.

Selain itu, Distan juga membuka layanan konsultasi gratis bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang vaksinasi dan cara merawat anjing.

Penutup

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang bahwa target vaksinasi rabies di Kota Denpasar akan tercapai. Dengan capaian yang terus meningkat, risiko penyebaran rabies dapat diminimalkan, serta keselamatan masyarakat dapat terjaga.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

29 Agu 2026 - 11:45 WIB

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

25 Agu 2026 - 23:21 WIB

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

25 Agu 2026 - 12:56 WIB

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

24 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan

24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Trending di Lokal