Pendampingan Dosen Unpatti dalam Pengembangan E-LKPD Berbasis AI
Dosen dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Pattimura (Unpatti) memberikan dukungan kepada guru-guru di SMAS Kristen TNS dan SMP Negeri 8 Taniwel dalam mengembangkan E-LKPD berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan pembelajaran mendalam melalui penggunaan teknologi digital yang interaktif.
Pelatihan Teknologi AI untuk Guru
Guru-guru terlibat dalam pelatihan yang mencakup penggunaan beberapa platform AI seperti Diffit AI, TeachShare, Wizer, TopWorksheets, dan Teachy. Mereka tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung praktik menggunakan alat-alat tersebut untuk menciptakan bahan ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diwujudkan melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PBM) melalui Program Dosen Mengabdi (DMD). Tema utama kegiatan adalah “Digitalisasi Bahan Ajar: Pendampingan Pembuatan E-LKPD Menggunakan Teknologi AI (Diffit, TeachShare, Wizer, & TopWorksheets) untuk Mendukung Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Sekolah Menengah”.
Proses Pelaksanaan Pelatihan
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh kepala sekolah masing-masing sekolah mitra. Setelah itu, tim dosen Unpatti menyampaikan materi dan memandu praktik langsung. Para guru diberikan pemahaman tentang konsep pembelajaran mendalam serta cara memanfaatkan platform digital yang telah disebutkan.
Diffit AI dan TeachShare digunakan untuk membantu penyusunan LKPD, sedangkan Wizer dan TopWorksheets digunakan untuk mengembangkan LKPD digital yang lebih interaktif. Selain itu, peserta juga diajarkan penggunaan aplikasi Learning Management System (LMS) Teachy.
Partisipasi dan Respons Positif
Tidak hanya sebatas teori, para guru langsung mempraktikkan pembuatan E-LKPD berbasis pembelajaran mendalam dengan bimbingan tim PkM. Pola pelatihan ini memungkinkan peserta untuk mencoba langsung teknologi yang diperkenalkan sambil berdiskusi mengenai kebutuhan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa respons peserta sangat positif. Sebanyak 78 persen guru di SMAS Kristen TNS menyatakan sangat setuju terhadap pelaksanaan kegiatan, sementara di SMP Negeri 8 Taniwel mencapai 67 persen.
Analisis Kebutuhan dan Penyesuaian Materi
Sebelum pelatihan dilaksanakan, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan di sekolah mitra. Hal ini memastikan bahwa materi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan guru. Pendekatan ini membuat pelatihan tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga membantu guru mengintegrasikannya dengan tuntutan kurikulum dan perkembangan pembelajaran digital.
Harapan dan Langkah Berikutnya
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah mitra dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, pelatihan lanjutan dinilai penting, terutama untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang E-LKPD yang menarik serta memperkuat keterampilan penggunaan komputer dan teknologi AI.
Manfaat Jangka Panjang
Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang signifikan dalam meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Selain itu, penggunaan E-LKPD berbasis digital akan memudahkan akses dan pengelolaan bahan ajar, terutama dalam situasi yang membatasi pertemuan tatap muka.

















