Menu

Nasional

Turnamen Badminton Pemuda Katolik Jadi Ruang Perjumpaan dan Silaturahmi Kebangsaan

badge-check

Turnamen Badminton Pemuda Katolik Jadi Ruang Perjumpaan dan Silaturahmi Kebangsaan Perbesar

JAKARTA — Lapangan badminton menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda dari berbagai organisasi dalam momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengurus Pusat Pemuda Katolik menggelar Turnamen Badminton Lintas Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di Lapangan Badminton Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, pada 21–23 Agustus 2026.

Mengangkat tema “Bersatu dalam Sportivitas, Bergerak untuk Indonesia”, turnamen tersebut mempertemukan 39 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dari beragam latar belakang. Peserta berasal dari organisasi kepemudaan tingkat nasional, organisasi kedaerahan, hingga komunitas Orang Muda Katolik.

Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti 36 pasangan ganda putra dan 24 pasangan ganda putri. Selain menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang membangun komunikasi, persahabatan, dan jejaring antargenerasi muda.

Ketua Panitia, Anakletus Fasak, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme generasi muda untuk mengisi kemerdekaan melalui aktivitas yang positif dan produktif. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai kelompok sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

“Kami bangga dan berterima kasih atas partisipasi aktif seluruh kawan-kawan pemuda. Animo yang besar ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam mengisi kemerdekaan Indonesia melalui olahraga,” ujar Anakletus.

Ia berharap semangat kompetisi tidak hanya diarahkan untuk meraih kemenangan, tetapi juga dibarengi dengan sikap sportif, solidaritas, dan penghormatan terhadap sesama peserta.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa turnamen tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang perjumpaan yang inklusif bagi orang muda untuk memperkuat persatuan dan merawat nilai-nilai kebangsaan.

“Persatuan Indonesia tidak cukup hanya diwacanakan dalam forum formal, tetapi harus dihidupi melalui ruang-ruang perjumpaan yang inklusif dan kreatif,” kata Gusma.

Ia mengatakan, lapangan badminton dapat menjadi ruang sederhana tetapi bermakna untuk mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang. Perbedaan organisasi maupun lingkungan pergaulan, menurut Gusma, tidak seharusnya menjadi batas dalam membangun kerja sama sebagai sesama anak bangsa.

“Lapangan badminton hari ini menjadi saksi bahwa perbedaan latar belakang organisasi dapat disatukan oleh sportivitas dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

Gusma menambahkan, keterlibatan lintas organisasi dalam turnamen tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemuda Katolik untuk menerjemahkan ajaran sosial Gereja melalui keterlibatan konkret dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Semangat tersebut, lanjutnya, salah satunya diwujudkan melalui prinsip pro bono publico, yakni menempatkan kepentingan bersama sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Gusma turut mengapresiasi para ketua umum dan jajaran pengurus organisasi yang telah mengirimkan delegasi untuk berpartisipasi dalam turnamen. Menurutnya, kehadiran berbagai organisasi menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang yang luas untuk membangun kolaborasi di tengah keberagaman.

“Inilah wajah pemuda Indonesia: saling merangkul, mengedepankan kolaborasi, dan siap melangkah bersama. Selamat bertanding, jaga sportivitas dan tunjukkan permainan terbaik,” kata Gusma.

Lebih dari sekadar pertandingan, perjumpaan selama tiga hari tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarlembaga kepemudaan dan kemahasiswaan. Relasi yang terbangun di lapangan diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama dalam berbagai bidang pada masa mendatang.

Pemuda Katolik menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang perjumpaan lintas organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Melalui olahraga, perbedaan tidak menjadi sekat. Sebaliknya, lapangan menjadi tempat untuk bertemu, saling mengenal, dan bergerak bersama untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemuda Katolik Jabar Siap Tanam 500 Mangrove di Cirebon, Wujud Nyata Semangat Laudato Si’ Rawat Rumah Bersama

4 Sep 2026 - 03:53 WIB

Pemuda Katolik Jabar Siap Tanam 500 Mangrove di Cirebon, Wujud Nyata Semangat Laudato Si’ Rawat Rumah Bersama

Pemuda Tani Dukung Program Prioritas Prabowo, Dorong Percepatan Swasembada Pangan

27 Agu 2026 - 07:57 WIB

Pemuda Tani Dukung Program Prioritas Prabowo, Dorong Percepatan Swasembada Pangan

Teken MoU dengan KND, Pemuda Katolik Banten Dorong Gerakan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

26 Agu 2026 - 15:18 WIB

Teken MoU dengan KND, Pemuda Katolik Banten Dorong Gerakan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

25 Agu 2026 - 23:21 WIB

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

24 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores
Trending di Lokal