Menu

Nasional

Dari tangis ke haru, Shireen Sungkar bagikan perubahan Sofia usai terapi autis

badge-check

Dari tangis ke haru, Shireen Sungkar bagikan perubahan Sofia usai terapi autis Perbesar

Perjalanan Shireen Sungkar dalam Mendampingi Putrinya yang Berkebutuhan Khusus

Perjalanan hidup Shireen Sungkar sebagai seorang ibu menghadirkan pengalaman yang tak terduga. Dengan mendampingi putrinya, Sofia, yang memiliki kondisi autis, ia menemukan sudut pandang baru tentang kehidupan. Proses ini tidak mudah, tetapi justru membawanya pada rasa syukur yang lebih dalam.

Sofia, yang merupakan putri pertama Shireen dan suaminya, dikenal memiliki kebutuhan khusus. Awalnya, Shireen merasa khawatir dan bingung menghadapi situasi tersebut. Ia sempat bertanya-tanya tentang masa depan putrinya dan apakah dirinya mampu menjadi ibu yang baik. Rasa takut akan masa depan Sofia membuatnya sering menangis setiap hari. Namun, tangisan itu bukanlah tanda ketidakmenerima, melainkan ekspresi dari kekhawatiran yang sangat dalam.

Salah satu hal yang paling menghantui Shireen adalah ketakutan akan kepergiannya sendiri. Ia membayangkan bagaimana Sofia akan menjalani kehidupan tanpa kehadirannya. “Nanti kalau aku meninggal gimana? Entar Sofia sama siapa?” ujarnya dengan nada yang penuh perasaan.

Kekhawatiran tersebut juga membuat Shireen sempat menyalahkan diri sendiri. Ia merasa tidak cukup baik sebagai seorang ibu. Namun, perlahan ia mulai berubah. Nasihat dari sang suami memberikan kekuatan untuk melihat perjalanan Sofia sebagai sebuah amanah. “Allah ngasih anak spesial ini ke kamu, berarti Allah tahu kamu tuh mampu untuk jadi ibunya,” kata suaminya, yang akhirnya membawa Shireen pada pola pikir yang lebih positif.

Setelah menjalani berbagai terapi dan upaya, perkembangan Sofia mulai terlihat. Kemampuan komunikasi dua arah yang dimiliki oleh putrinya kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bagi banyak orang, hal-hal sederhana seperti itu mungkin terlihat biasa. Namun bagi Shireen, setiap kemajuan kecil memiliki makna yang besar.

Bahkan, satu kata baru yang keluar dari mulut Sofia bisa menghadirkan kebahagiaan yang sulit dijelaskan. “Mungkin dari dulu aku ngerasa biasa aja kakaknya bisa ngomong, bisa ngitung, bisa segala macam,” katanya. “Tapi ketika Sofia ngeluarin kata-kata baru, bersyukuran luar biasa itu tuh benar-benar bersyukur banget,” tambahnya dengan penuh rasa syukur.

Proses ini mengajarkan Shireen bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Kadang, kebahagiaan itu hadir dari hal-hal kecil yang sering kali diabaikan. Dengan dukungan keluarga, pengertian, dan kesabaran, Shireen dan Sofia terus melangkah maju. Mereka menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik, dan dengan cinta serta usaha, semua hal bisa dicapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

24 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gempa Susulan dan Krisis Kemanusiaan di Flores

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan

24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Upaya Darurat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Jenderal Soedirman

24 Agu 2026 - 10:00 WIB

Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Jenderal Soedirman

Polemik Ijazah dan Perjuangan Hukum dr. Tifa serta Roy Suryo

24 Agu 2026 - 07:00 WIB

Polemik Ijazah dan Perjuangan Hukum dr. Tifa serta Roy Suryo

Turnamen Badminton Pemuda Katolik Jadi Ruang Perjumpaan dan Silaturahmi Kebangsaan

22 Agu 2026 - 14:00 WIB

Turnamen Badminton Pemuda Katolik Jadi Ruang Perjumpaan dan Silaturahmi Kebangsaan
Trending di Nasional