Menu

Mahasiswa

Tegak Lurus dengan Arahan Presma IPB, Menko Pengembangan Potensi Mahasiswa Panggil Jajaran Pimpinan Kemenkoan.

badge-check

Tegak Lurus dengan Arahan Presma IPB, Menko Pengembangan Potensi Mahasiswa Panggil Jajaran Pimpinan Kemenkoan. Perbesar

Dramaga, 23 Agustus 2026 — Menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada November 2026, Menteri Koordinator Pengembangan Potensi Mahasiswa BEM KM IPB Kabinet Mercusuar, Ludgerus Mashur Basana Manik, mengumpulkan seluruh jajaran pimpinan di bawah koordinasinya dalam agenda konsolidasi yang berlangsung di Student Center IPB Dramaga, Minggu (23/8/2026).

Konsolidasi tersebut melibatkan empat kementerian di bawah Kementerian Koordinator Pengembangan Potensi Mahasiswa BEM KM IPB 2026, yakni Kementerian Seni dan Budaya, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Industri Kreatif, serta Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa dan Karir.

Pertemuan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus memberikan semangat kepada seluruh jajaran agar mampu menuntaskan masa kepengurusan dengan baik dan optimal, sesuai dengan arahan Presiden Mahasiswa IPB, Muhammad Abdan Rofi.

Dalam agenda tersebut, Ludgerus juga menegaskan komitmen Kemenkoan Pengembangan Potensi Mahasiswa untuk terus berjalan selaras dengan arah kepemimpinan Presiden Mahasiswa IPB, Muhammad Abdan Rofi. Menurutnya, arahan Presma menjadi pijakan penting bagi jajaran kementerian untuk memastikan setiap proses kepengurusan tidak berhenti pada penyelesaian program, tetapi mampu menghadirkan dampak dan kebermanfaatan yang nyata bagi mahasiswa.

Menurutnya, organisasi mahasiswa bukan hanya tempat untuk menghasilkan program kerja, melainkan juga menjadi ruang proses bagi setiap individu untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi, dan mengambil tanggung jawab.

“Kita ingin memastikan bahwa apa yang kita kerjakan sampai November nanti bukan hanya selesai sebagai program, tetapi benar-benar memberikan dampak dan kebermanfaatan. Karena pada akhirnya, organisasi ini menjadi ruang proses bagi kita untuk belajar dan bertumbuh,” ujar Ludgerus.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan kementerian untuk memanfaatkan sisa masa kepengurusan dengan menjaga semangat, soliditas, dan komunikasi. Setiap kementerian didorong untuk melakukan refleksi terhadap apa yang telah dikerjakan sekaligus memastikan agenda yang masih berjalan dapat dituntaskan secara optimal.

Menjadi Ruang Proses dan Bertumbuh

Empat kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenkoan Pengembangan Potensi Mahasiswa memiliki ruang kontribusi yang berbeda, mulai dari pengembangan seni dan budaya, penguatan aktivitas kepemudaan dan olahraga, pengembangan industri kreatif, hingga pengembangan sumber daya mahasiswa dan persiapan karier.

Keberagaman tersebut dipandang sebagai kekuatan untuk menciptakan ekosistem pengembangan potensi mahasiswa yang lebih luas.

Ludgerus menekankan bahwa setiap kementerian memiliki peran dalam menciptakan ruang proses yang memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi potensi, menemukan pengalaman baru, membangun jejaring, serta mengembangkan kapasitas diri.

Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk tidak hanya berorientasi pada capaian program, tetapi juga memperhatikan proses yang dilalui oleh mahasiswa yang menjadi penerima manfaat dari setiap agenda.

“Jangan hanya melihat berapa banyak kegiatan yang sudah dilakukan. Lihat juga berapa banyak orang yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berapa banyak pengalaman yang tercipta, dan kebermanfaatan apa yang bisa kita tinggalkan,” katanya.

November sebagai Momentum Regenerasi

Berakhirnya kepengurusan pada November 2026 juga dipandang bukan sekadar sebagai penanda berakhirnya masa kerja, tetapi sebagai momentum regenerasi.

Menurut Ludgerus, regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlanjutan organisasi. Kepengurusan yang sedang berjalan memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai yang telah dibangun dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

“November bukan hanya tentang selesai atau tidak selesainya sebuah kepengurusan. November adalah momentum regenerasi. Apa yang kita bangun hari ini harus bisa menjadi pijakan bagi mereka yang akan melanjutkan setelah kita,” ujar Ludgerus.

Ia berharap seluruh jajaran dapat menggunakan sisa waktu kepengurusan untuk menyelesaikan mandat dengan penuh tanggung jawab sekaligus menyiapkan proses transisi yang baik.

Konsolidasi tersebut kemudian menjadi momentum untuk kembali menyatukan langkah empat kementerian dalam menyelesaikan tugas hingga akhir kepengurusan.

Dengan semangat memberikan dampak dan kebermanfaatan, menjadikan organisasi sebagai ruang proses, serta mempersiapkan momentum regenerasi, Kemenkoan Pengembangan Potensi Mahasiswa BEM KM IPB 2026 berkomitmen menutup kepengurusan dengan kontribusi terbaik bagi mahasiswa IPB.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Hadir di Bantargebang, Mahasiswa IPB Dampingi Siswa SMP Adisa Rancang Masa Depan Lewat Program PEDAL JUARA

11 Sep 2026 - 11:28 WIB

Hadir di Bantargebang, Mahasiswa IPB Dampingi Siswa SMP Adisa Rancang Masa Depan Lewat Program PEDAL JUARA

Desa BojongJengkol Mulai Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Rantai Pasok Sirkular, Desa Lain Kapan?

5 Sep 2026 - 04:44 WIB

Desa BojongJengkol Mulai Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Rantai Pasok Sirkular, Desa Lain Kapan?

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

29 Agu 2026 - 11:45 WIB

BAHARO 2026 Dorong Produk Lokal Desa Hambaro Naik Kelas Lewat Promosi dan Uji Pasar

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

25 Agu 2026 - 23:21 WIB

Pemuda Tani Kota Bogor Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan DFK: Kritik Kebijakan, Bukan Sebar Fitnah

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker

25 Agu 2026 - 12:56 WIB

Mahasiswa IPB Ciptakan “METAMORFOSIS” untuk Bangun Keserasian Emosi Ibu dan Anak Penyintas Kanker
Trending di Lokal